Di satu hari ini,dia adlah penipu yang ketiga yang datang kepadaku hari ini. Dengan menampilkan kesan orang lapar dan lelah,dia seorang lelaki yang baru kukenal minta uang kepadaku. Katanya ia harus segera pulang ke Cikokol karena anaknya sedang sakit di sana.Tetapi katanya,ia tak bisa berangkat kecuali aku mau bermurah hati memberinya ongkos perjalanan.Tak peduli apakah aku akan menjadi orang behati murah,permintaan ongkos jalan itu ku kabulkan. Seribu rupiah segera berpindah dari tanganku ke tangan lelaki itu.
Sebagai imbalan aku menerima sekian banyak pujian dan doa-doa keberkahan. Setelah membungkuk dalam-dalam laki-laki itu keluar halaman dan pergi kea rah terminal.
Tadi pagi seorang perempuan mengetuk pintu rumahku. Ia memperlihatkan kesan seorang perempuan saleh dan dating kepadaku minta sumbangan. Katanya, ia diutus oleh sebuah yayasan pemeliharaan anak-anak yatim piatu di Wonogiri. Ia tunjukkan surat-surat berstempel sebagai bukti jati dinya. Dan akhirnya ia berkata bahwa yayasan yang mengutusnya sangat membutuhkan dana. Tanpa bantuan semacam itu katanya anak-anak yatim piatu disana akan semakin sengsara. Tak peduli benar atau tidaknya cerita perempuan itu, tak peduli palsu tidaknya surat-surat yang dibawanya,permintaannya akan dana terpenuhi. Seribu rupiah kuserahkan kepadanya dan akupun mendapatkan penghargaan berupa kata-kata pujian dan doa. Kulihat matanya begitu berseri-seri.Mungkin ia merasa senang karena disangkanya aku tak tahu betapa mudah membuat stempel palsu dan betapa jauh kota Wonogiri dari rumahku. Atau ia mengira aku seorang yang menjalankan perintah agama dengan baik karena tidak berburuk sangka kepada orang yang baru aku kenal.
“Tapi aku tak sebodoh yang dia pikirkan,semoga dia kembali ke jalanMu Ya Allah SWT.”Harapku
Semoga dia tahu cara penipuan yang benar.He….
Tak lama sesudah perempuan itu pergi, datanglah tamu lain.(sial banget seh gue) Kali ini seorang lelaki yang memberi kesan amat lugu. Dia membawa bungkusan agak panjang berisi lap bulu ayam dan empat pisau dapur. Kata lelaki itu, barang-barang yang dibawanya adalah buatan anak- anak penyandang cacat di kota Solo. Dia menawarkan barang-barang itu kepadaku dengan harga, kukira tiga kali lipat harga yang sewajarnya.
“ Yah, Pak. Apalah arti harga yang saya tawarkan bila mengingat anak-nak cacat itu.”
Anda betul. Kalu dihitung harga keseluruhan barang yang anda bawa hanya dua belas ribu. Uang sebanyak itu bukan hanya sedikit bagiku dan bagi para anak cacat itu,melainkan juga akan menyulitkan anda.Tidak mudah bagi anda menjaga uang itu tetap utuh sampai ke Solo yang jaraknya 300 meter dari sini.
“Kulihat laki-laki itu jadi bingung. Tangannya bergerak tak menentu. Mungkin dia berkata dalam hatinya “ Duh,saya salah orang neh…..”
Tak peduli akan tamuku yan semakin bingung itu, kukeluarkan uang dua belas ribu rupiah. Mula-mula tamuku kelihatan ragu, namun kemudian diterimanya juga uang itu. Empat pisau dapur dan dua lap bulu ayam jadi milikku.
Tanpa canggung pun dia langsung pamit dan mungkin dia menertawakan diriku karena dia sudah menipuku meskipun membuat dia terbata-bata tetapi dia masih tetap berhasil.
Mungki dia ingin bernyanyi” Berhasil….berhasil…..Berhasil……Hore,”
(dasar penipu emang tidak berprikemanusiaan dan berprikeadilan)
“ Oh,andaikan saja laki-laki itu tahu bahwa aku sudah tahu kalau dia mau menipu.”
Hari ini ketika waktu lohor belum lagi tiba, aku sudah berhadapan dengan tiga penipu yang sangat ulung.Mereka aktor dan aktris yang baik dan hebat dan membuat aku menyukai cara penipuan mereka dengan skenario yang unik-unik.Ingin rasanya aku lebih lama berhadap-hadapan dengan mereka.Tapi mungkin saya hanya bisa mewujudkan keinginan saya pada seorang lelaki Cikokol yang belum lama berlalu,dan yakin bisa menemukan dia lagi karena penipu ulung sisanya sudah lama pergi dan mungkin sedang beraksi dengan penipuannya.
Aku pun mengganti pakaian agar tidak ketahuan penyamaranku kali ini.Ketika aku sedang berjalan disebuah jalan ternyata lelaki cikokol itu sedang mengulangi tipuannya,tetapi sang mangsanya menghindar.
“Begitu malang nasibmu nak…..”Tawaku
Namun matanya yang licik itu tidak mau menyerah dan saat itu dia melihatku dengan wajah memelas dia mendekatiku lagi tanpa mengetahuiku. Lalu aktingnya pun dimulai dengan wajah bingung.
“ Mas,maaf saya mengganggu. Saya baru kena musibah,uang saya dicopet orang. Padahal saya harus membeli obat untuk istri saya yang baru mel…..”
Mendadak lelaki cikokol itu menghentikan kata-katanya. Kedua matanya terbuka lebar dan wajahnya tegang. Ternyata dia mengenaliku lagi. Hanya sepintas, dia langsung tersenyum. Aku pun membalasnya dengan senyum.
“ Eh, Mas.Saya kira siapa?Katanya sambil nyengir.Aku pun ikut nyengir. Dia tersipu-sipu dan kelihatan salting,padahal aku tetap ramah padanya.
“Maaf, Mas, saya telah menipu Bapak dan mencoba akan mengulanginya,”Katanya agak gemetar.
Tenang,Tenaglah orang cikokol;sejak semula aku sadar dan mengerti anda menipuku,”
“Anda meminta uangnya kembali?”Katanya sambil gugup.
Hus!Yang kuminta adalah kelanjutan cerita tentang uang yang dicopet dan tentang istri anda yang baru melahirkan.”
“ Ah,Bisa saja neh mas. Anda tentu tahu itu cerita akal-akalan?”
Memang tolol,tapi aku ingin mendengarnya dan bukan main-main.
Daripada mendengarkan cerita yang bukan-bukan, lebih baik anda kuberitahu alas an mengapa aku terpaksa menjadi penipu.
Boleh juga,tapi asal jangan omong kosong lagi,”Kataku
“Demi Tuhan,saya akan ceritakan sebenar-benarnya.”
Dengan diawali kata sumpah,dia memulai cerita dengan pembelaan diri.dan sumpah itu membuat apa yang dikatakannya menjadi sebuah tipuan yang bermutu tinggi.
Cerita demi cerita dia lantunkan kepadaku,dengan penuh semangat dan mengemukakan bahwa dia terpaksa menjadi seorang penipu,aku begitu menikmatinya bahkan lebih dari itu. Hampir membuatku tertawa terbahak-bahak dengan kibulan-kibulannya yang mungkin menurut dia,
“Saya sudah menipunya lagi,saya berhasil……..”Mungkin dalam hatinya.
Lelaki cikokol itu pun kelihatan demikian yakin bahwa dirinya berhasil menipuku buat kedua kali kedua. Dengan demikian,dia pasti merasa menjadi penipu ulung yang sangat unggul.
“Pokonya keren deh,jempol buat anda deh,”Cetusku
Dan aku yakin hanya seorang penipu sejati bisa sangat menyadari akan kepenipuannya,dan akhirnya pun seorang penipu ulung pun dapat berbahagia dengan kata-kata yang tak sadar membuat dia bersalah dan membuat orang lain menikmati atas penipuannya.
In occasion,Good Luck dech buat para penipu.
God Bless You!!!!!!
Wait other story in kha2milan@wordpress.com
Bye en Muacchhh……….
Komentar Terakhir